Ada Masa Depan Cerah Bagi Ekonomi Syariah: Yuk Investasi Logam Mulia!


Ekonomi syariah semakin hari semakin bersinar di seluruh negeri. Salah satunya mendapat cuan melalui investasi logam mulia berprinsip syariah.

Penulis: Tika Anggreni Purba
--
Investasi logam mulia berbasis syariah menjadi alternatif investasi masa kini. Sumber: Kompas.com

Tidak bermuluk-muluk, semua orang pasti menginginkan keuntungan lebih untuk meningkatkan jumlah kekayaan yang dimiliki, karena itulah istilah investasi muncul. 

Nah, dari berbagai jenis investasi, salah satu investasi yang belakangan ini berkembang adalah investasi syariah. Hal ini merupakan kelanjutan dari pertumbuhan ekonomi syariah yang kelihatannya akan gemilang di masa depan. 

Perbedaan investasi biasa dengan investasi syariah tentu berada pada prinsip islami yang menaunginya. Dalam investasi syariah setiap orang yang berinvestasi tidak hanya memikirkan manfaat atau keuntungan untuk diri sendiri, namun juga untuk orang lain.

Itulah sebabnya banyak orang yang kini memilih investasi syariah, di mana dalam investasi ini tidak dibenarkan menumpuk harta pada segelintir orang, namun kekayaan itu sebaiknya juga dapat dimanfaatkan orang lain. Dan tentu saja tidak boleh terlupa, dalam investasi syariah tidak mengandung riba.
Banyak produk investasi syariah yang dapat dipilih seperti tabungan, deposito, logam mulia, reksa dana, obligasi, saham, dan properti yang dijalankan dengan prinsip ekonomi syariah. 

Jangan keliru dengan menganggap investasi syariah tidak menguntungkan. Sebab keuntungan tidak melulu soal harta yang bertambah. Kita juga perlu mempertimbangkan, bahwa dalam sistem ekonomi syariah ditawarkan keamanan dalam berinvestasi. Selain itu, investasi jenis ini menolong kita juga untuk bermanfaat bagi orang lain.  

Setiap jenis investasi ada plus-minusnya, karena itu kita mesti bijaksana dalam memilih investasi apa yang paling cocok dengan keadaan kita. Salah satu jenis investasi syariah yang lumayan moncer dan dipastikan terus gemilang adalah investasi logam mulia, seperti emas. 

Banyak orang yang berpikir bahwa investasi emas berarti menyimpan emas dalam bentuk perhiasan akan lebih untung ketika dijual lagi. Eh ternyata ketika menjualnya di toko emas, akhirnya kecewa karena harga emas malah tak sesuai harga pasar alias sesuka hati penjual di toko emas. Apalagi kalau ternyata emas tersebut dijual bukan di toko asalnya, makin runyam soal penjualannya. Ujung-ujungnya, rugi. 

sumber foto: Kompas.com


Kalau tidak mau rugi, investasi emas yang disarankan adalah emas batangan khususnya yang berasal dari perusahaan yang tepercaya. Contohnya logam mulia atau emas dari PT Aneka Tambang (Antam) dengan kadar 24 karat.
Dijual ke toko emas pun, tidak akan serepot menjual emas perhiasan. Sebab kalau toko emas membuat harga seenak hati, kita bisa menolaknya dan menjualnya ke PT Antam. Perlu diketahui, PT Antam bersedia menerimanya berdasarkan harga pasar internasional. Pantas saja emas buatan PT Antam memiliki tempat di hati masyarakat.

Investasi logam mulai menawarkan banyak manfaat dan kemudahan, salah satunya adalah investasi dapat dilakukan tanpa dana yang sangat besar. Pun kita tidak harus membelinya lunas, karena dengan pembiayaan syariah kita bisa mengangsurnya. Cicilan logam mulia ini mirip sistemnya dengan KPR sistem syariah, dengan akad murabahah (jual-beli). 

Di mana nasabah akan menyicil pembiayaan sesuai dengan harga beli ditambah margin keuntungan yang telah disepakati dalam jangka waktu tertentu. Investasi kepemilikan emas juga dapat dijalankan dengan akad lainnya, tergantung pilihan nasabah dan tempat investasi yang dipilih. 

Nah bicara soal investasi logam mulia, salah satu perusahaan pembiayaan syariah yang bekerja sama dengan PT Antam adalah AMITRA. Melalui AMITRA kita dapat berinvestasi logam mulia. Dalam pembiayaan logam mulia, AMITRA tidak mematok segmen nasabah. Sama seperti yang kita bahas di atas, investasi logam bisa dilakukan sesuai kantong Anda. So, baik kalangan atas, menengah, maupun bawah bisa turut serta dalam investasi logam mulia. Menarik, bukan?

Sumber: Twitter @FIFCLUB


Produk dari PT Federal International Finance (FIF Group) yang merupakan bagian dari grup ASTRA mendukung ekonomi syariah melalui berbagai pembiayaan multiguna. Selama ini Anda mungkin mengenal FIF Group sebagai pembiayaan khusus sepeda motor Honda yang diproduksi PT Astra Honda Motor saja, namun saat ini FIF Group melalui AMITRA dan produk lainnya seperti FIFASTRA, SPEKTRA, AFTRA menawarkan berbagai manfaat lain. 

Melalui AMITRA, nasabah dapat menggunakan produk pembiayaan perjalanan religi seperti haji regular dan haji plus, umrah, dan pembiayaan akikah dengan akad murabahah. 

Lihat, perekonomian syariah mencakup banyak hal, kan? Saya juga akan menuliskan mengenai asuransi syariah terkait perkembangan ekonomi syariah di negeri kita. Simak penjelasannya di sini.

#AMITRA & #AMITRAWritingCompetition




Comments

Popular posts from this blog

LEBIH DEKAT MERASAKAN ALAM BERASTAGI

REGRET