Posts

Kasih jumpai aku disana :)

Image

LEBIH DEKAT MERASAKAN ALAM BERASTAGI

Image
Penulis: Tika Anggreni  Foto: Teguh Irmansah Kabut yang menjadi pemandangan sehari-hari di Berastagi justru suasana yang dicari-cari. Kabut menunjukkan kesejukan kota kecil ini, tak heran banyak sekali orang tak bosan-bosannya mengunjunginya.  Berastagi di Malam Hari Walau hujan abu vulkanik juga memberi dampak bagi Berastagi, kota ini tak serta merta kehilangan pesonanya. Udara Berastagi masih sama, hujan bulan Desember yang mengguyur dapat menyapu bersih sisa-sisa abu vulkanik dari Gunung Sinabung yang tengah erupsi. Berastagi terletak di dataran tinggi, Tanah Karo. Udara sejuk mulai terasa mulai dari perbatasan kabupaten Deli Serdang dan Tanah Karo. Jika udara dingin, daerah penatapan akan dipenuhi kabut tebal. Waktu yang tepat untuk berhenti sejenak di Penatapan. Secangkir kopi panas dan jagung rebus bisa menjadi penghangat sembari menatap pemandangan. Jika malam hari tiba, pemandangan dari atas penatapan menjadi lebih menarik, memandangi kota dengan ke...

KASIH JUMPAI AKU DISANA

Image
Lagu ini membuatku mengerti, tentang KASIH yang tak terdalami. Oh KeKASIH, terimakasih telah menjumpai aku disana. Di atas bukit Golgota Berdiri salibNya kasar dan hina Tempat dimana maut dulu berjaya Takkan pernah kulupa Disanalah dulu aku berada Tempat dunia orang mati bertahta Kasih jumpai aku disana Kasih mati tertikam tuk hapus dosaku Kupercaya hanya kepadaMu Yesus Kasih jumpai aku disana Kasih memeluk aku disana Kasih berlubang paku slamatkan hidupku Kupercaya hanya kepadaMu Yesus Kasih menjemputku disana Disana kasih dan keadlianNya Diperdamaikan Kasih jadi pembelaku Kasih jadi pembelaku Lagu: Argo Pariadji

aku terima saja.

Image
Kamu berikan aku manisnya putih, hijau dan asam dalam garam. kuterima. aku suka suasananya, Kekasih. asal saja kita bersama, oh Sang Pemilik Cinta.

setetes lagi

tinggal setetes lagi ya Tuhan. tinggal setetes lagi harapanku. setetes harapan akan memuaskan dahaga dalam kasarnya pasir-pasir gurun. Kau bilang, tak akan Kau biarkan diriMu dipermalukan, maka terjadilah!

setitik saja.

Oh, Tuhan. kasihanilah aku dengan setitik harapan. Mereka mengejekku karena hatiku lebih memilih disembelih bersama Darah Pengurbanan. kalau aku akan menyerah, ikatlah hatiku kuat-kuat, agar tak pernah berpisah dari curahan darah tulus.

kenapa aku?

Aku tak pernah memilih mengenalmu dan mengetahui kisah cintamu. Aku tidak mau tahu! lalu kenapa kisah cintamu menyayat-nyayat arteriku?